Minggu, 25 September 2016

Kerupuk Petis Kendal dan Cara Pembuatannya



Senin, 26 september 2016

Kerupuk petis. Siapa yang tidak tahu kerupuk petis? Kerupuk merupakan produk makanan ringan yang sangat populer dan dapat dibuat dari berbagai bahan seperti terigu, tapioka, tepung beras, tepung ketan, tepung singkong, dan lain-lain. Untuk meningkatkan protein kerupuk, dapat ditambahkan ikan sebagai bahan baku. Kerupuk ikan banyak diproduksi di berbagai daerah di Indonesia khususnya daerah pesisir atau dekat dengan sungai besar seperti di daerah Kendal. Ikan yang dapat digunakan dalam pembuatan kerupuk misalnya ikan tengiri, ikan kakap, ikan patin jambal, atau ikan lain yang nilai ekonominya rendah. Pembuatan kerupuk ikan dapat dilakukan dengan metode pengeringan dan tanpa pengeringan.
Ø  Tahapan pembuatan kerupuk ikan dengan pengeringan adalah
1.      penyiangan ikan,
2.      penghancuran daging ikan,
3.      pencampuran dengan bumbu,
4.      pencetakan, dan
5.      pengeringan secara mekanis maupun konvensional.
Ø  Tahapan pembuatan kerupuk ikan tanpa pengeringan adalah
1.      penyiangan ikan,
2.      penghancuran daging ikan,
3.      pencampuran dengan bumbu,
4.      pencetakan, dan
5.      penggorengan.
Bahan – bahan                                               
-          Daging ikan halus 500 gram
-          Tepung tapioka 1 kg
-          Telur bebek 6 butir
-          Garam 1,5 ons
-          Soda 0,25 ons
-          Gula 500 gram 

Alat – alat
-          Kompor
-          Kuali
-          Pisau
-          Wajan
-          Sendok
-          Talenan

·         Cara pembuatan
a.       Persiapan
Cuci ikan dan buatlah fillet Haluskan / giling daging ikan tersebut sampai halus, Timbang daging ikan halus 500 gram, Timbang bahan-bahan tambahan / bumbu yang diperlukan.
b.      Membuat Adonan.
Campurkan daging halus dengan garam, gula,soda dan telur sambil diremas-remas. Kemudian masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan rata dan tidak lengket di tangan (bila perlu dapat diberi air).
c.       Pembungkusan.
Adonan yang telah lumat dicetak atau dibentuk silinder yang besarnya menurut kebutuhan dan keinginan. Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.
d.      Pengukusan.
Pengukusan dilakukan selama 1 – 2 jam sampai adonan matang. Untuk mengetahui adonan tersebut matang dapat dilakukan dengan memasukkan lidi pada adonan tersebut. Bila adonan tidak lengket pada lidi berarti adonan tersebut sudah matang.
e.       Pemotongan.
Adonan yang sudah matang dibiarkan dingin (simpan selama 1-2 hari). Kemudian dipotong / diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm).
f.       Penjemuran.
Irisan kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering.
g.      Jika sudah kering kerupuk berwarna kecokelatan.

h.      Jika di goreng hasil kerupuk