Senin, 26
september 2016
Kerupuk petis.
Siapa yang tidak tahu kerupuk petis? Kerupuk
merupakan produk makanan ringan yang sangat populer dan dapat dibuat dari
berbagai bahan seperti terigu, tapioka, tepung beras, tepung ketan, tepung
singkong, dan lain-lain. Untuk meningkatkan protein kerupuk, dapat ditambahkan
ikan sebagai bahan baku. Kerupuk ikan banyak diproduksi di berbagai daerah di
Indonesia khususnya daerah pesisir atau dekat dengan sungai besar seperti di
daerah Kendal. Ikan yang dapat digunakan dalam pembuatan kerupuk misalnya ikan
tengiri, ikan kakap, ikan patin jambal, atau ikan lain yang nilai ekonominya
rendah. Pembuatan kerupuk ikan dapat dilakukan dengan metode pengeringan dan
tanpa pengeringan.
Ø
Tahapan
pembuatan kerupuk ikan dengan pengeringan adalah
1.
penyiangan
ikan,
2.
penghancuran
daging ikan,
3.
pencampuran
dengan bumbu,
4.
pencetakan,
dan
5.
pengeringan
secara mekanis maupun konvensional.
Ø
Tahapan
pembuatan kerupuk ikan tanpa pengeringan adalah
1.
penyiangan
ikan,
2.
penghancuran
daging ikan,
3.
pencampuran
dengan bumbu,
4.
pencetakan,
dan
5.
penggorengan.
Bahan – bahan
-
Daging
ikan halus 500 gram
-
Tepung
tapioka 1 kg
-
Telur
bebek 6 butir
-
Garam
1,5 ons
-
Soda
0,25 ons
-
Gula
500 gram
Alat –
alat
-
Kompor
-
Kuali
-
Pisau
-
Wajan
-
Sendok
-
Talenan
·
Cara
pembuatan
a. Persiapan
Cuci ikan
dan buatlah fillet Haluskan / giling daging ikan tersebut sampai halus, Timbang
daging ikan halus 500 gram, Timbang bahan-bahan tambahan / bumbu yang
diperlukan.
b. Membuat Adonan.
Campurkan
daging halus dengan garam, gula,soda dan telur sambil diremas-remas. Kemudian
masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan rata
dan tidak lengket di tangan (bila perlu dapat diberi air).
c. Pembungkusan.
Adonan
yang telah lumat dicetak atau dibentuk silinder yang besarnya menurut kebutuhan
dan keinginan. Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat
juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.
d. Pengukusan.
Pengukusan
dilakukan selama 1 – 2 jam sampai adonan matang. Untuk mengetahui adonan
tersebut matang dapat dilakukan dengan memasukkan lidi pada adonan tersebut. Bila
adonan tidak lengket pada lidi berarti adonan tersebut sudah matang.
e. Pemotongan.
Adonan
yang sudah matang dibiarkan dingin (simpan selama 1-2 hari). Kemudian dipotong
/ diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm).
f. Penjemuran.
Irisan
kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering.
g. Jika sudah kering kerupuk berwarna
kecokelatan.
h. Jika di goreng hasil kerupuk
itu soda cair mbak pakainya?
BalasHapus